MABA — Akselerasi transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur terus menunjukkan tren positif. Melalui jajaran Bidang Persandi dan Statistik (Persantik) Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo), upaya efisiensi tata kelola administrasi pemerintahan berbasis Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) kini difokuskan pada penuntasan penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) bagi para pimpinan Perangkat Daerah.

Pelaksanaan pendampingan teknis dan evaluasi penerbitan TTE tersebut digelar secara bertahap sepanjang bulan Juni 2026. Berdasarkan dinamika dan tingkat capaian di lapangan, pelaksanaan dibagi menjadi dua fase utama.

Fase I: Penetrasi Awal dan Pemetaan Kendala Lapangan

Pada tahap awal pendampingan yang menyasar 25 orang pejabat (terdiri atas Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian, hingga Sekretaris Dinas/Badan), tim teknis berhasil mencatatkan tingkat keberhasilan sebesar 72 persen.

  • Capaian Positif (18 Pejabat/72%): Akun TTE berhasil diterbitkan dan siap digunakan secara aktif oleh pejabat kunci, di antaranya Sekretaris Dinas Pendidikan (Iksan Rongayang), Plt. Kepala Dinas PUPR (Iswan Hi. Mabud), Sekretaris Dinas Perkim (Tarudin), Sekretaris Dinas Sosial (Gaus Mumen), hingga Kasat Satpol-PP (Abadi Dauda).

  • Faktor Penundaan (7 Pejabat/28%): Hambatan pada fase awal didominasi oleh kendala non-teknis, seperti pejabat yang bersangkutan sedang menjalankan tugas dinas luar daerah (Kepala Inspektorat, Kepala DPMPTSP, Kabag Pemerintahan, Sekretaris DPMD), pejabat sedang mengambil hak cuti (Sekretaris BP4D dan Sekretaris Disnakertrans), serta kendala teknis sementara berupa gangguan sinkronisasi Google Authenticator dan fluktuasi server Pusat BSrE.

Fase II: Penuntasan Penjadwalan Ulang dan Pembaruan Akun

Menindaklanjuti hasil pada fase pertama, pendampingan tahap kedua difokuskan untuk menyelesaikan target yang sempat tertunda sekaligus memfasilitasi pembaruan (reset) akun bagi pejabat yang mengalami masalah akses. Dari 19 orang pejabat yang disasar pada fase ini, tingkat penyelesaian mencapai 63,16 persen.

  • Capaian Positif (11 Pejabat/63,16%): Sebanyak 6 pejabat sukses melakukan pengaktifan akun baru, yakni Kepala DPMPTSP (Wahid Kamah), Kabag Administrasi Pembangunan (Rukia Togubu), Sekretaris Disnakertrans (Ade Salman), Sekretaris DPMD (Abdul Salam Wasahua), Sekretaris Dukcapil (Abdurrahim Fabanyo), dan Sekretaris Dispora (Mardedi Totomo). Sementara itu, 5 pejabat lainnya berhasil menyelesaikan pembaruan akun, termasuk Kepala Dinas Pertanian (Muhammad Abdullah), Kadis Kesehatan (Abdullah Yakub), dan Kadis Sosial (Ali Sodikin).

  • Faktor Penundaan (8 Pejabat/36,84%): Hambatan pada fase ini bergeser pada isu ketersediaan jaringan saat pembuatan passphrase baru (seperti pada Kepala Dinas Pendidikan, Djamal Esa), serta ditemukannya kasus kendala credentials akun.

Evaluasi dan Mitigasi: Pentingnya Manajemen Credentials Akses

Dari hasil inventarisasi menyeluruh terhadap penggunaan TTE di lingkungan Pemkab Halmahera Timur, Diskominfo mencatat bahwa kendala utama pasca-penerbitan akun bukan lagi terletak pada infrastruktur sistem, melainkan pada aspek manajemen credentials dan pemeliharaan akun oleh pengguna.

Empat kendala utama yang paling sering dijumpai di lapangan meliputi:

  1. Lupa kata sandi (password) untuk masuk ke aplikasi BeSign.

  2. Lupa passphrase atau kata kunci enkripsi pengaman dokumen TTE.

  3. Kehilangan atau ketidaksinkronan kode OTP/authenticator akibat pergantian perangkat seluler pengguna.

  4. Kebutuhan pembaruan spesimen tanda tangan elektronik.

Sebagai langkah antisipasi, Diskominfo Halmahera Timur terus menguatkan komitmen pendampingan secara langsung (door-to-door maupun terpusat). Langkah ini tidak hanya bertujuan mempercepat cakupan penerbitan TTE, tetapi juga memberikan edukasi literasi digital agar setiap pejabat mampu mengelola kredensial keamanan akunnya secara mandiri, aman, dan tanpa hambatan.